Bidang Ilmu Pengetahuan

Kemajuan Dalam Bidang Ilmu Pengetahuan (Bani Umayyah)

Meskipun para penguasa dinasti Bani Umayyah lebih mengutamakan usaha pengembangan wilayah kekuasaan dan memperkuat angkatan bersenjata, ternyata banyak juga usaha positif yang dilakukan untuk pengembangan ilmu penhetahuan. Salah satu cara untuk mendorong agar ilmu pengetahuan itu berkembang adalah dengan memberikan motivasi dan anggaran yang cukup besar yang diberikan untuk para ulama, ilmuan, seniman dan sastrawan. Tujuannya antara lain agar para ulama, ilmuan, sastrawan dan seniman, bekerja secara maksimal dalam mengembangkan ilmu pengeyahian islam, dan tidak lagi memikirkan masalah keuangan rumah tangga mereka.
Di antara ilmu pengetahuan yang berkembang ketika itu adalah ilmu agama, ilmu sejarah dan geografi, dan ilmu kedokteran. Untuk mengetahui mengenai perkembangan ilmu-ilmu tersebut, berikut uraiannya.

1. Ilmu-ilmu agama
Di antara ilmu-ilmu agama yang mengalami perkembangan pada masa itu adalah ilmu Al-Qur’an, ilmu Hadits, ilmu Fiqih. Ilmu AlQur’an telah mengalami perkembangan lebih awal daripada ilmu Hadits. Sebab proses pembukuan ilmu Hadits baru terjadi  pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Azis (99-100H). Sejak saat itu, ilmu Hadits mengalami perkembangan dengan pesat. Sementara ilmu Fiqh baru mengalami perkembangan pada masa-masa sesudahnya. Di antara ahli Hadits yang sangat berjasa dalam pengembangannya adalah al Zuhry.

2. Ilmu Sejarah dan Geografi
Ilmu ini juha mengalami perkembangan yang cukup baik pada masa ini. Salah seorang sejarawan yang berhasil mencatat berbagai peristiwa sejarah yang terjadi pada masa pemerintahan sebelumnya dan masa pemerkntahan dinasti Bani Umayyah adalah Ubaid bin Syaryah al Jurhumi. Ia diperintah oleh Muawiyah bin Abi Sufyan untuk menulis buku sejarah masa lalu dan masa Bani Umayyah. Di antara karya-karyanya adalah Kitab al Muluk wal Akhbar al Madhi (Buku catatan sejarah raja-raja masa lalu). Selain Ubaid bin Syaryah al Jurhumi, terdapat sejarawan lain, yaitu Shuhara Abdi, yang menulis buku Kitabul Amsal.

3. Kedokteran
Ilmu ini belum mengalami kemajuan berarti pada masa awal pemerintahan dinasti Bani Umayyah. Tetapi pada masa pemerintahan al-Walid bin Abdul Malik telah terjadi perkembangan yanh cukup baik dalam bkdang kedokteran, karena pada tahun 88 H/706 M, ia telah berhasil mendirikan sekolah tinggi kedokteran. Al-Walid memerintahkan kepada para dokter untuk melakukan berbagai kegiatan riset dengan anggaran yang cukup. Para dokter yang bertugas di lembaga tersebut digaji oleh negara. Al Walid melarang penderita penyakit kusta menjadi pengemis dj jalan-jalan. Untuk itu, bahkan khalifah telah menyediakan dana khusus bagi para penderita penyakit kusta.


Sumber:
https://islamkudulu.wordpress.com/2017/03/16/kemajuan-dalam-bidang-ilmu-pengetahuan-bani-umayyah/
kemajuanislamdibidangilmupengetahuan.blogspot.com



Kunjungi juga web kami di www.aladdinkarpet.com yang akan menjelaskan tentang produk kami, yaitu Karpet Masjid Sajadah
 

Komentar